Israel sejak lama memanfaatkan milisi Abu Shabab untuk melemahkan Hamas, dengan melakukan gangguan keamanan atau membuat onar. Untuk membuat kesan seolah milisi Abu Shabab pejuang Gaza sesungguhnya, Israel memberi nama kelompok tersebut dengan Tentara Rakyat.
Selain itu militer Zionis juga memanfaatkan kelompok Abu Shabab untuk mengamankan proyek-proyek rekonstruksi di wilayah Gaza yang diduduki Israel, sejak gencatan senjata berlaku dan seterusnya.
Bahkan selama beberapa bulan terakhir perang, kelompok Abu Shabab mengendalikan aliran bantuan yang masuk dari perlintasan Kerem Shalom di Gaza selatan.
Hamas menyebut milisi ini sebagai pengkhianat perjuangan rakyat Gaza.
Dalam komentarnya merespons kematian Abu Shabab, kelompok perlawanan Palestina yang berkuasa di Gaza itu menyatakan Abu Shabab menghadapi nasib yang tak terelakkan seperti dialami seluruh pengkhianat sebelumnya.
Abu Shabab merupakan pengkhianat rakyat Gaza dan Palestina lebih luas karena memilih untuk menjadi budak penjajah Israel.