“Tapi, bisa menemukan rempah-rempah seperti ini tentunya menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Pada zaman lampau, kepemilikan rempah-rempah menjadi simbol status sosial tinggi. Sebab, hanya orang-orang kaya yang mampu membeli komoditas seperti kunyit atau cengkih yang diimpor dari luar Eropa.
Tentu saja, rempah-rempah yang mahal itu juga turut dibawa bersama dengan Raja Hans saat dia menghadiri pertemuan di Swedia.
“Ini adalah satu-satunya konteks arkeologi di mana kami menemukan kunyit. Jadi sangat unik dan sangat istimewa,” ucap peneliti dari Universitas Lund, Mikael Larsson, yang telah mempelajari temuan arkeologi di Laut Baltik tersebut.