Angka tersebut juga tak memasukkan bantuan non-militer AS untuk Ukraina, termasuk 4,5 miliar dolar AS untuk dana pensiun, gaji pegawai pemerintah, dan pengeluaran publik lainnya.
Secara keseluruhan AS telah memberikan bantuan sebesar 113 miliar dolar untuk Ukraina dan kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya beberapa pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden berjanji untuk terus membantu Ukraina sampai kapan pun diperlukan.
Beberapa anggota parlemen AS, seperti politikus Partai Demokrat Seth Moulton dan politikus Republik Marjorie Taylor Greene, menyebut krisis Ukraina sebagai perang proksi yang dilakukan AS dan NATO terhadap Rusia.
Tanpa mengerahkan pasukan ke Ukraina atau menyatakan diri sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik tersebut, AS menghabiskan lebih banyak uang daripada untuk mendanai perangnya sendiri di Afghanistan. Perang Afghanistan merupakan yang terpanjang dalam sejarah AS, awalnya untuk memburu pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden terkait serangkaian penyerangan pada 11 September 2001.
Meski demikian pengeluaran rata-rata tahunan militer AS dalam perang-perang sebelumnya tetap lebih tinggi dibandingkan dengan bantuan militer untuk Ukraina (berdasarkan konversi dolar 2022). Rata-rata biaya perang tahunan di Vietnam (1965-1975) sebesar 90,9 miliar dolar AS; Irak 125,1 miliar dolar per tahun (2003-2010); Perang Korea 138,2 miliar dolar per tahun (1950-1953). Namun sebagai catatan, dalam perang-perang tersebut militer AS terlibat di dalamnya, sementara di Ukraina hanya memberikan bantuan.