Terlebih, Belanda merasa telah banyak melakukan pembangunan di negeri ini. Ungkapan ‘Indisch verloren, ramspoed geboren’ yang berarti ‘Hindia hilang, kesengsaraan datang’ bahkan begitu populer pada awal tahun 1940-an di kalangan orang-orang Belanda.
Kekhawatiran mereka akan merdekanya Indonesia akhirnya terjawab sudah pada 17 Agustus 1945.
Tragisnya, Belanda saat itu juga sedang mengalami keterpurukan ekonomi akibat Perang Dunia ke-2.
Ratu Wilhelmina yang tak rela melepaskan Indonesia pun melakukan berbagai cara. Ia bahkan mengirim pasukan untuk menduduki kembali Indonesia secara paksa.
Namun sebelum itu, Ratu Wilhelmina juga pernah melakukan upaya perundingan untuk mempertahankan tanah jajahannya. Kepada bangsa Indonesia, sang ratu menjanjikan Hindia dibentuk sebagai negara persemakmuran berbentuk federasi.