Wapres AS Tegaskan Tak Setuju jika Ada Rencana Paksa Relokasi Warga Gaza

Muhammad Fida Ul Haq
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menegaskan rakyat Palestina tak boleh direlokasi paksa (Foto: Antara)

Beberapa pejabat AS secara pribadi telah menyatakan keraguan tentang kemampuan Otoritas Palestina untuk mengelola Gaza pasca-perang. 

Sebelumnya, Hamas menegaskan tidak akan ada gencatan senjata kemanusiaan yang baru selama Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina. Ini menandakan pertempuran masih akan berlangsung sampai waktu yang tidak jelas.

Wakil Kepala Biro Politik Hamas Saleh Al Arouri mengatakan tidak akan ada pertukaran tawanan selama Israel terus menyerang Gaza.

“Saat ini tidak ada negosiasi mengenai gencatan senjata. Tidak akan ada pertukaran tahanan sampai agresi berakhir dan ada gencatan senjata yang komprehensif dan definitif,” ujarnya, kepada Al Jazeera.

Al Arouri kembali mengulangi pernyataan bahwa tak ada lagi tawanan sipil perempuan dan anak-anak Israel di Gaza. Semua telah dipulangkan saat gencatan senjata selama 7 hari.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Batalyon Keji Israel Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab Bernasib Buruk, 4 Komandan Tewas dan Luka

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal