Wapres AS JD Vance Sebut Ada Kemajuan Besar dalam Perundingan dengan Iran

Anton Suhartono
JD Vance mengungkap ada kemajuan signifikan dalam perundingan AS dengan Iran, Minggu (21/6) (Foto: AP)

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, bersama dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, membuka perundingan yang bertujuan untuk mengimplementasikan MoU perjanjian damai yang ditandatangani pada 17 Juni.

Vance mengatakan bahwa tujuan pembicaraan dengan Iran adalah untuk mentransformasi Timur Tengah.

“Sekarang kita melihat masa depan di mana semua orang bisa bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan kemakmuran bagi semua orang," ujarnya.

Dia menambahkan jika Iran bersedia melepaskan ambisi untuk memiliki senjata nuklir dalam jangka panjang, maka AS bersedia mengubah hubungannya secara fundamental dengan Iran. 

“Itu tentu saja tujuan kami," tuturnya.

Vance juga menyebut perundingan di Swiss sebagai pertemuan bersejarah, belum pernah terjadi sebelumnya pejabat tinggi kedua negara bertemymu di luar Pakistan. Perundingan sebelumnya berlangsung di Islamabad, namun saat itu gagal mencapai kesepakatan damai.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...

57 tahun lalu

Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal