"Sebagai otoritas kota, kami telah menunjukkan perlawanan aktif terhadap kekerasan dan rasisme dan kami tidak menerima pelajaran demokrasi dari mereka yang membunuh warga sipil serta anak-anak yang antre makanan, dari mereka yang menyebabkan puluhan orang tewas di Gaza setiap hari, akibat bom, kelaparan, dan kehausan," kata Dukas.
Dia prihatin Dubes Katz hanya berfokus pada grafiti, sementara praktik genosida yang belum pernah terjadi sebelumnya sedang terjadi di Gaza.
Komentar itu disampaikan Katz dalam wawancara dengan surt kabar Kathimerini. Pada kesempatan itu Katz mengatakan grafiti antisemit membuat pendatang Israel tidak nyaman seraya menuduh pemerintah kota tidak berbuat banyak mengatasinya.
Jumlah warga Gaza yang meninggal akibat kelaparan mencapai 175 orang, sebanyak 93 di antaranya anak-anak.