2. Iran
Trump mengizinkan serangan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni di tengah kekhawatiran bahwa aksi militer tersebut bisa menyebabkan konflik yang lebih luas di kawasan.
Serangan itu dilakukan meski ada keberatan dari kelompok basis pendukungnya MAGA, termasuk tokoh media Tucker Carlson, yang menggambarkan presiden sebagai "seorang kaki tangan" dalam perang Israel di Teheran.
AS menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow dan Natanz dengan 14 bom penghancur bunker yang dijatuhkan dari pesawat pengebom siluman B-2 Spirit. Selain itu 20 lebih rudal jelajah diluncurkan dari kapal selam menargetkan fasilitas nuklir Isfahan.
3. Suriah dan Irak
AS melanjutkan serangannya terhadap ISIS sejak Trump menjabat, menargetkan kelompok tersebut di bekas markasnya, Irak dan Suriah.
Di Suriah, ACLED mencatat tiga serangan pada Februari dan satu di Irak masing-masing pada Maret dan April. Penghitungan untuk Afghanistan belum jelas, meskipun kelompok tersebut memasukkan negara itu dalam siaran pers sebagai lokasi operasi serangan udara sejak Trump menjabat.
4. Somalia
Trump juga melanjutkan operasi udara melawan kelompok Al Shabab di Somalia.
Serangan terhadap kelompok militan di Somalia relatif stabil selama pemerintahan kedua Trump, yakni rata-rata hampir sembilan serangan terjadi setiap bulan hingga Juni. ACLED mencatat total 44 serangan.