Banyak warga yang terperangkap di kota pelabuhan itu terpaksa tidur di tempat perlindungan untuk menghindari dari sasaran bom. Pasukan Rusia mengepung kota itu selama 6 hari, memutus pasokan makanan, air, dan listrik.
Serangan juga terjadi di Kota Irpin, hanya berjarak sekitar 25 km dari Kiev. Warga kota, termasuk anak-anak dan perempuan, berusaha melarikan diri dari zona pertempuran. Mereka juga harus tetap tersadar dan siap sedia setiap kali mendengar ada serangan rudal.
PBB mengungkap pada Minggu kemarin, warga sipil yang tewas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari mencapai 364 orang, termasuk lebih dari 20 anak-anak.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM menjelaskan, sebagian warga sipil yang tewas disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area terdampak yang luas, termasuk tembakan artileri berat, roket, rudal, dan serangan udara.
Serangan Rusia juga memaksa 1,5 juta warga meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga.