Myat Thu (23), sahabat Angel yang berada di dekatnya saat kejadian, mengenang sosok perempuan pemberani itu. Saat kondisi bergejolak, Angel dengan berani menendang pipa air hingga pecah, sehingga demonstran dapat mencuci muka yang terkena gas air mata.
Angel juga melempar tabung gas air mata kembali ke arah polisi.
"Ketika polisi melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya 'duduk! duduk! peluru bisa mengenaimu’. Dia melindungi orang lain sebagai seorang saudara," ujar Myat, dikutip dari Reuters, Kamis (4/3/2021).
Dalam sebuah rekaman video, perempuan yang berprofesi sebagai seorang penari dan juara taekwondo itu sempat berteriak sebelum ditembak aparat.
"Kami tidak akan lari, darah tidak boleh tertumpah," ujarnya.
Gambar yang diambil sebelum Angel dibunuh menunjukkan perempuan itu berbaring di jalan untuk berlindung, dengan kepala sedikit terangkat. Aparat menembakkan gas air mata terlebih dulu kemudian terdengar suara letupan tembakan yang membuat Angel ambruk.
Jenazah Angel dimakamkan oleh keluarga pada Kamis.