Tuduhan Upaya Provokasi
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi serangan itu dan mengklaim kapal tersebut terkait dengan kartel narkoba Tren de Aragua (TDA). Namun, klaim tersebut langsung dipatahkan oleh parlemen Venezuela.
Anggota parlemen Gilbert Jimenez mengatakan, laporan AS janggal karena tidak lazim bagi penyelundup narkoba mengirim kargo lewat jalur Karibia, yang merupakan wilayah operasi aktif militer AS.
“Laporan itu bisa saja dijadikan alasan untuk menyerang Venezuela,” kata Jimenez, kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Presiden Nicolas Maduro bahkan menuding Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sengaja menggiring Gedung Putih ke arah konfrontasi bersenjata dengan Karakas.
Pengerahan Kekuatan Militer
Kecurigaan Venezuela semakin kuat setelah beredar laporan media bahwa Washington telah mengerahkan setidaknya tiga kapal perang yang membawa lebih dari 4.000 marinir dan pasukan pendukung ke Karibia. Meski disebut untuk “memerangi kartel narkoba", Karakas menilai langkah itu justru ditujukan untuk menekan pemerintahan Maduro.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada 19 Agustus lalu juga mengisyaratkan kemungkinan Trump menggunakan kekuatan militer dalam operasi melawan perdagangan narkoba di Venezuela.