Update Korban Perang Thailand-Kamboja: Banyak Warga Sipil Tewas

Anton Suhartono
Jumlah korban tewas konflik bersenjata Thailand dan Kamboja terus bertambah (Foto: AP)

“Kami tidak akan berhenti membalas dan mengusir penjajah Kamboja dari tanah Thailand,” kata Surasant, seperti dikutip dari The Nation, Rabu (17/12/2025).

Dia menambahkan, kematian 16 warga sipil Thailand disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh pertempuran. Satu orang terkena pecahan peluru dari roket dan 15 lainnya meninggal karena kecelakaan lalu lintas terkait bentrokan perbatasan atau sakit. Korban tidak bisa mendapatkan makses perawatan medis karena terjebak pertempuran di daerah tersebut.

Sementara itu Kamboja melaporkan 17 korban tewas dari warga sipil.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata mengatakan hingga Rabu pagi Thailand terus melancarkan serangan terhadap Kamboja.

Sejak serangan militer pada 7 Desember, 17 warga Kamboja meninggal, termasuk seorang bayi. Selain itu total 77 lainnya luka.

Dia menuduh Thailand menggunakan semua jenis senjata berat, termasuk jet tempur F-16, peluncur roket DTI 2, drone, bom cluster, gas beracun, serta pengerahan pasukan dalam jumlah berlebihan untuk menyerang wilayah Kamboja.

Menurut Maly, serangan itu merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, Piagam ASEAN, dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Dia juga mendesak militer Thailand menghentikan semua tindakan agresi, menghentikan penyebaran disinformasi, menghentikan serangan tanpa pandang bulu, terutama terhadap warga yang tidak bersalah dan infrastruktur sipil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Dipulangkan

57 tahun lalu

Kamboja Hapus Denda Overstay 5.950 WNI, Minta Pulang ke RI Paling Lambat 15 Juni 2026

57 tahun lalu

7 Orang Terjebak 10 Hari di Gua Laos, 1 Korban Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal