Ukraina Selidiki Vaksinasi Covid-19 Ilegal, Setiap Orang Dipungut Rp50 Juta

Anton Suhartono
Ukraina selidiki vaksinasi Covid-19 ilegal menggunakan produk Pfizer (Foto: Reuters)

Kasus infeksi virus corona di Ukraina meningkat kembali sejak September dan terus konsisten sejak saat itu, memicu penerapan lockdown nasional.

Senat Filipina juga menyelidiki vaksinasi ilegal terhadap anggota pasukan pengaman presiden atau Presidential Security Group (PSG). Vaksinasi yang menggunakan produk China, Sinopharm, itu belum mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA). 

Saat Presiden Rodrigo Duterte mengumumkannya pada 26 Desember, FDA belum menyetujui penggunaan satu vaksin pun di Filipina sehingga vaksinasi terhadap personel PSG dianggap ilegal.

Meski demikian Duterte membela para pengawalnya dengan alasan mereka berhak mendapatkan vaksin Covid-19 lebih dulu karena risiko pekerjaan.

Senat akan melanjutkan penyelidikan program vaksinasi itu. Selain anggota PSG, beberapa menteri diketahui juga sudah mendapatkan vaksin tersebut.

Terpisah, FDA, Biro Penyelidikan Nasional, serta Bea Cukai juga menggelar penyelidikan bagaimana bisa vaksin yang belum masuk dalam program nasional itu bisa masuk ke Filipina, termasuk penggunaannya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Anjing Pemilik 1,5 Juta Follower Medsos Dikira Hewan Liar, Dibunuh Jadi Santapan Restoran

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal