Laporan mengungkap, vaksin itu mungkin saja dibawa masuk dari Israel. Beberapa pejabat tinggi pemerintah serta pengusaha dilaporkan juga sudah mendapat suntikan.
"Tidak ada vaksin yang saat ini disertifikasi di Ukraina. Saya yakin tidak ada orang rasional akan divaksinasi menggunakan obat yang tidak diketahui asalnya," kata Shmygal, dalam pernyataan melalui aplikasi pesan singkat Telegram, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/1/2021).
Dia menambahkan, vaksinasi menggunakan produk Sinovac kemungkinan baru akan dimulai pada Februari.
Ukraina juga berharap akan mendapat kiriman gelombang pertama dari total 8 juta dosis vaksin di bawah program Covax yang dipimpin WHO.
Sebuah perusahaan farmasi Ukraina yang didukung tokoh oposisi pro-Rusia pekan ini telah mengajukan persetujuan dari pemerintah untuk mendatangkan vaksin Sputnik V.