Ukraina Harus Serahkan Wilayah, Rusia: Tak Ada Kompromi!

Anton Suhartono
Pertemuan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, tak menghasilkan terobosan baru (Foto: Kremlin)

MOSKOW, iNews.id - Pertemuan utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan Presiden RusiaVladimir Putin, tak menghasilkan terobosan baru untuk mengakhiri perang di Ukraina. Perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung 2 tahun lebih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Perundingan berlangsung selama 5 jam dan berakhir setelah pada Rabu (3/12/2025) dini hari waktu Moskow. 

Pejabat Rusia menegaskan, tak ada kompromi dengan Ukraina terkait teritori. Ukraina harus merelakan wilayahnya sebagai syarat perdamaian.

"Sejauh ini, kami belum menemukan kompromi, tapi beberapa solusi (28 poin rencana damai yang diusulkan Presiden Donald Trump) dari Amerika bisa didiskusikan," kata ajudan senior Kremlin, Yury Ushakov, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Meski menggambarkan perundingan tersebut sangat bermanfaat dan konstruktif, Ushakov menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, baik oleh AS maupun Rusia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal