"Kami sekarang yakin bahwa vaksin itu efektif dan aman untuk warga Turki," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, seraya menambahkan pemerintah akan menggunakan data ini untuk mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (25/12/2020).
Dia menambahkan, pada awalnya para peneliti berencana mengumumkan hasil setelah 40 orang terinfeksi, namun dari temuan yang ada para relawan mengalami efek samping yang minim setelah mendapatkan suntikan, sehingga dinyatakan aman.
“Meski berisiko, kami melihat gambaran yang sangat ringan di mana tiga orang yang menjalani PCR (tes Covid) positif, tanpa demam atau masalah pernapasan. Kami dapat dengan mudah mengatakan, meskipun berisiko, ketiga orang itu mengalaminya dengan sangat ringan," ujarnya.
Turki menyetujui pembelian 50 juta dosis vaksin virus corona Sinovac. Sedianya vaksin tiba pada 11 Desember namun ditunda.
Koca mengatakan, 3 juta dosis baru akan tiba pada Senin (28/12/2020). Turki menargetkan vaksinasi terhadap sekitar 9 juta warga pada gelombang pertama, dimulai dari petugas medis.
Sinovac juga telah sudah meneken kesepakatan pengiriman ke beberapa negara seperti Indonesia, Brasil, Cile, dan Singapura, serta sedang bernegosiasi dengan Filipina dan Malaysia.