Turki dan Rusia Disebut-sebut Berselisih soal Pengawasan Gencatan Senjata di Karabakh

Ahmad Islamy Jamil
Pasukan Azerbaijan berjaga di depan sebuah gereja di Nagorno-Karabakh. (Foto: AFP)

“Rusia menilai tidak perlu bagi Turki untuk mendirikan pos pengamatan secara independen dari pusat (penjaga perdamaian) gabungan. Namun, bagi Turki, (pos independen) ini penting,” ujarnya.

Sumber itu menuturkan, pembicaraan akan berlanjut di Moskow. Turki berharap dapat mencapai titik temu dengan Rusia pada akhirnya.

Belum ada komentar langsung terkait masalah ini dari Rusia, Armenia, ataupun Azerbaijan.

Turki selalu mendukung Azerbaijan, yang memiliki ikatan etnik dan budaya yang erat dengan negara itu. Ikatan itu semakin terjalin sejak dimulainya konflik Nagorno-Karabakh sejak hampir 30 tahun yang lampau.

Sementara, Prancis juga berniat ikut campur dalam urusan di Karabakh. Negara pimpinan Emmanuel Macron itu pada pekan lalu menyatakan, mereka menginginkan “pengawasan internasional” (selain Turki dan Rusia) untuk melaksanakan gencatan senjata di wilayah itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal