Erdogan Bakal Kirim Tentara Turki ke Nagorno-Karabakh, Susul Pasukan Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Tentara penjaga perdamaian asal Rusia mengecek perlengkapan mereka saat berjaga di Kalbajar, Azerbaijan, Minggu (15/11/2020). (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id – Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan hari ini meminta parlemen untuk mengizinkan pengiriman tentara ke Nagorno-Karabakh. Tujuan pengiriman pasukan Turki tersebut adalah untuk mendirikan pusat penjaga perdamaian bersama Rusia, memantau gencatan senjata di wilayah yang disengketakan Azerbaijan dan Armenia itu.

Permintaan Erdogan tersebut menyusul pertemuan dua hari para pejabat Turki dan Rusia di Ankara, yang membahas tentang maksud kedua kekuatan regional itu untuk bersama-sama menerapkan gencatan senjata yang ditengahi Rusia yang ditandatangani minggu lalu.

Turki adalah salah satu sekutu terdekat Azerbaijan. Negara yang dipimpin Erdogan itu dengan gigih membela hak Azerbaijan untuk merebut kembali Nagorno-Karabakh dari kelompok separatis Armenia.

Kesepakatan yang ditengahi Rusia itu mengakhiri pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia yang berlangsung selama lebih dari enam minggu. Konflik yang merenggut lebih dari 1.400 nyawa itu memaksa etnik Armenia setuju untuk mundur dari sebagian besar wilayah Azerbaijan yang diperebutkan.

Erdogan pada Senin (16/11/2020) ini meminta Parlemen Turki mengerahkan misi untuk mendirikan “pusat bersama” dengan Rusia dan untuk melaksanakan pengawasan gencatan senjata antara dua negara bekas Uni Soviet itu. Pengerahan tentara Turki di Azerbaijan rencananya diaktifkan selama satu tahun dan jumlah pasukannya bakal ditentukan oleh Erdogan.

Sebelumnya, Rusia telah mengirimkan 1.960 penjaga perdamaian beserta kendaraan pengangkut personel lapis baja dan peralatan militer lainnya untuk memantau kesepakatan gencatan senjata. Moskow telah berulang kali menekankan bahwa Turki tidak akan mengerahkan pasukannya di daratan Nagorno-Karabakh berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata.

Perjanjian antara Azerbaijan dan Armenia yang ditengahi Rusia menyatakan bahwa pusat penjaga perdamaian dikerahkan ke Nagorno-Karabakh untuk mengontrol gencatan senjata. Akan tetapi, isi kesepakatan itu tidak menyebutkan peran formal pusat penjaga perdamaian itu secara spesifik.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal