Tuduhan Skandal Pilpres AS 2016, Trump: Obama Harus Bayar Mahal!

Anton Suhartono
Donald Trump kembali menuduh Barack Obama dan Hillary Clinton menyebarkan tuduhan palsu soal campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016 (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengulangi tuduhannya kepada mantan Presiden Barack Obama serta Hillary Clinton atas peran mereka menyebarkan tuduhan palsu tentang mengenai dugaan campur tangan Rusia selama Pilpres AS 2016.

Dia menegaskan, Obama dan mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary harus membayar atas apa yang telah mereka lakukan.

"Saya kira mereka harus membayarnya. Ngomong-ngomong, dengan harga yang sangat mahal," kata Trump, dalam wawancara dengan pembawa acara Newsmax "Finnerty", Rob Finnerty, di Gedung Putih, Jumat (1/8/2025). 

Jika Obama dan Hillary terbukti melanggar, lanjut Trump, itu akan menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah AS. 

"Saya mengetahuinya," ujarnya, seperti dilaporkan kembali Spuntik, Sabtu (2/8/2025).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh

57 tahun lalu

AS Bombardir 5 Provinsi Iran, 14 Orang Tewas 78 Luka

57 tahun lalu

Trump Sebut AS Akan Lucuti Nuklir Iran Tanpa Negosiasi: Itu Lebih Mudah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal