AS menyerang beberapa lokasi di Iran setelah Trump menuduh militer negara itu menembak jatuh helikopter tempur AH-64 Apache di dekat Selat Hormuz pada Senin. Dua kru helikopter diselamatkan oleh drone laut.
Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania dan negara Teluk menggunakan rudal dan drone. Serangan ditujukan ke 22 lokasi, yakni Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Ini merupakan bentrokan bersenjata paling besar kedua negara sejak menyepakati gencatan senjata pada 8 April.
“Saya yakin pembalasannya harus sangat keras, sangat dahsyat, dan itulah yang terjadi kali ini,” kata Trump, menanggapi pembekasan AS, dalam wawancara dengan ABC News.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan, serangan AS telah merusak upaya diplomatik internasional yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
“Sayangnya, AS merusak proses diplomatik ini melalui pesan-pesan kontradiktif yang dikirimkannya, perubahan sikap, dan tuntutan berulang-ulang, dan yang terburuk, melalui pelanggaran gencatan senjata berulang kali,” kata Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei.
Dia melanjutkan, setiap proses diplomatik dirusak oleh penggunaan kekerasan serta melakukan tindakan ilegal di lapangan.