Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Anton Suhartono
Donald Trump menolak tawaran Vladimir Putin yang mengusulkan perpanjangan perjanjian nuklir New START (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak tawaran mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, yang mengusulkan perpanjangan perjanjian nuklirNew START. Perjanjian yang membatasi pengerahan senjata nuklir kedua negara itu resmi berakhir pada Rabu lalu.

Trump ingin para negosiator kedua negara duduk bersama dan merundingkan perjanjian baru karena kesepakatan lama yang diteken pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama dan diperpanjang oleh Joe Biden, "dinegosiasikan dengan buruk".

“Daripada memperpanjang ‘New START’ (kesepakatan yang dinegosiasikan dengan buruk oleh Amerika Serikat yang, selain itu, dilanggar secara terang-terangan), kita seharusnya meminta para ahli nuklir untuk mengerjakan perjanjian baru yang lebih baik dan modern dan bisa bertahan lama di masa depan,” kata Trump, dalam pernyataan di Truth Social, dikutip Jumat (6/2/2026).

Trump sebelumnya mengatakan China harus terlibat dalam perjanjian baru tersebut karena mengalami perkembangan pesat dalam produksi senjata nuklir.

Namun China dengan tegas menolak desakan Trump dengan alasan, jumlah hulu ledak nuklir yang dimilikinya masih jauh dibandingkan AS dan Rusia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hubungan AS-Iran, Trump Sebut Damai Sudah Dekat

57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perdana! Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai Rp26,72 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal