Trump Tolak Kemenangan Biden, Larang Pejabat Kerja Sama dengan Tim Transisi Pemerintah

Anton Suhartono
Donald Trump melarang pejabat federal bekerja sama dengan tim transisi pemerintahan Joe Biden (Foto: AFP)

Kondisi ini menimbulkan keraguan apakah transisi pemerintahan AS akan berjalan mulus seperti terjadi sebelumnya.

Electoral College selaku badan yang menentukan hasil pilpres AS dijadwalkan mengonfirmasi kemenangan Biden pada 14 Desember dan pelantikan akan digelar pada akhir Januari 2021.

Barr memberi wewenang kepada para jaksa untuk menyelidiki tuduhan kecurangan pilpres AS, meskipun tidak ada bukti jenis. Bahkan, petugas dari Partai Republik dan Demokrat secara terbuka menyatakan pemungutan suara berjalan lancar. Bukan hanya itu, para peninjau internasional juga memastikan tidak ada penyimpangan serius.

Pengacara tim kampanye Biden, Bob Bauer, mengatakan, keputusan Barr yang memerintahkan penyelidikan hanya akan memicu klaim spekulatif, khayalan, atau dibuat-buat demu melindungi pihak tertentu.

Sementara itu Biden tak terpengaruh dengan sikap Trump dengan membuat rencana-rencana baru membangun pemerintahannya. Prioritasnya adalah menangani pandemi Covid-19 yang terus melonjak.

Namun langkah Biden terganjal oleh pejabat federal yang masih di bawah kuasa Trump. Gedung Putih tak segan-segan menindak para pejabat federal yang dianggap tidak setia karena Trump menolak untuk mengakui kemenangan Biden.

Esper menjadi korban pertama. Bos Pentagon itu dipecat pada Senin. Ada kemungkinan Direktur FBI Christopher Wray, kepala CIA Gina Haspel, dan pakar penyakit menular yang juga anggota gugus tugas Covid-19 Gedung Putih Anthony Fauci, menjadi target selanjutnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
21 menit lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

29 menit lalu

Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC

2 hari lalu

Legenda Spanyol Dicekal Masuk AS jelang Final Piala Dunia 2026, Minta Bantuan Trump

3 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal