Trump Tiba-Tiba Gelar Rapat Bahas Nuklir Iran di Situation Room Gedung Putih, Ada Apa?

Anton Suhartono
Donald Trump tiba-tiba menggelar pertemuan di Situation Room Gedung Putih membahas negosiasi nuklir dengan Iran (Foto: AP)

Sementara itu Witkoff mengatakan, perjanjian nuklir harus menyepakati bahwa Iran akan menghentikan pengayaan uranium serta ambisi senjata nuklirnya. AS, kata dia, juga menghendaki pembentukan kerangka kerja yang menyeluruh untuk mencpitakan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Witkoff mengatakan pemerintahan Trump bersedia mengizinkan Iran untuk memperkaya uranium, namun pada level rendah dan harus diawasi dan diverifikasi secara ketat oleh lembaga yang ditunjuk.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengungkapkan rasa pesimistis terhadap AS serta hubungan negaranya dengan AS di masa mendatang. Namun dia optimistis soal peluang perundingan.

Oman menjadi perantara perundingan tidak langsung antara Iran dan AS yang digelar pada Sabtu (14/4/2025). Kedua negara mengungkapkan atmosfer konstruktif dan positif mengenai pertemuan tersebut, meski masih terlalu dini mengharapkan hasilnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS

57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal