Pengumuman ini disamapaikan menyusul serangan Israel ke Doha pada 9 September lalu, menargetkan para pimpinan Hamas. Serangan udara itu menewaskan enam orang, termasuk seorang pejabat keamanan Qatar.
Setelah serangan itu Trump berjanji kepada Emir Qatar bahwa serangan itu tidak akan terulang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pekan lalu meminta maaf kepada Qatar atas serangan tersebut.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, Netanyahu mengungkapkan ppenyesalan mendalam atas serangan tersebut.
Biasanya perjanjian keamanan AS dengan negara lain memerlukan persetujuan dari Senat AS. Namun, presiden-presiden sebelumnya telah menandatangani kesepakatan internasional tanpa ratifikasi Senat, seperti kesepakatan nuklir Barack Obama dengan Iran pada 2015.