Dalam pertemuan dengan Lee, Trump juga menyinggung soal soal kepemilikan AS atas lahan di Korsel. AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di negara itu.
“Kami menghabiskan banyak uang untuk membangun benteng, dan ada kontribusi dari Korea Selatan. Tapi saya ingin melihat apakah kita bisa membatalkan sewa dan memiliki lahan tempat pangkalan militer AS yang besar,” kata Trump.
Ini merupakan kunjungan pertama Lee ke Gedung Putih setelah terpilih sebagai presiden pada Juni lalu menyusul pemakzulan mantan Presiden Yoon Suk Yeol.
Sejak menjabat, Lee telah secara terbuka berupaya memperbaiki hubungan Korsel dengan Korut. Namun Korut sejauh ini menolak tawaran diplomatik tersebut.
Pekan lalu, Lee mengatakan ingin memulihkan Perjanjian Militer 19 September, yang ditandatangani pada KTT antar-Korea pada 2018. Untuk mendukung langkah tersebut, Lee akan menangguhkan aktivitas militer di sepanjang perbatasan kedua negara sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan.
Namun pernyataan Lee tersebut menuai kritik dari Korut karena disampaikan saat Korsel sedang menggelar latihan militer gabungan dengan AS.