Trump: Tak Perlu Kesepakatan dengan Iran untuk Akhiri Perang!

Anton Suhartono
Donald Trump menegaskan, perang melawan Iran tidak membutuhkan perundingan untuk bisa dihentikan (Foto: AI)

“Kita sedang menyelesaikan tugas ini. Dan saya kira mungkin dalam 2 pekan, mungkin beberapa hari lebih lama,” ujarnya.

Adapun “tugas” yang dimaksud mencakup penghancuran berbagai aset strategis Iran, mulai dari program nuklir, sistem rudal, hingga kekuatan angkatan lautnya. Operasi ini dilakukan bersama sekutu utama AS, Israel.

Meski membuka kemungkinan adanya kesepakatan di menit-menit akhir, Trump menegaskan hal itu bukan syarat utama untuk mengakhiri perang. Dia menyebut kesepakatan hanya mungkin terjadi jika situasi mencapai titik kritis.

“Sekarang, ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan sebelum itu, karena kita akan mencapai titik kritis,” tuturnya.

Namun Trump juga memperingatkan, jika Iran memilih untuk terus melanjutkan perlawanan, maka AS tidak akan ragu meningkatkan intensitas serangan.

Sebaliknya, jika Iran menolak menghentikan konflik dan perang berlangsung lebih lama, AS disebut akan menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan brutal.

Pernyataan ini menegaskan pendekatan keras Washington dalam konflik tersebut, di mana kemenangan militer dianggap cukup untuk mengakhiri perang, tanpa perlu jalur diplomasi atau perundingan formal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Jenazah Ali Khamenei Tiba di Kota Mashhad, Segera Dimakamkan

57 tahun lalu

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh

57 tahun lalu

AS Bombardir 5 Provinsi Iran, 14 Orang Tewas 78 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal