Trump Sebut Perburuan Penyihir setelah Lolos dari Pemakzulan, Apa Maknanya?

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, iNews.id – Presiden ke-45 AS, Donald Trump, kembali lolos dari upaya pemakzulan di Senat AS untuk kedua kalinya. Politikus Partai Republik itu pun menyebut sidang pemecatannya di lembaga parlemen tersebut sebagai “perburuan penyihir” terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Apa maksudnya?

Dalam konteks politik Barat masa kini, istilah “perburuan penyihir” atau witch-hunt menjadi semacam ungkapan metaforis. Frasa itu diartikan sebagai proses investigasi yang konon bertujuan untuk mengungkap aktivitas subversif, ketidaksetiaan kepada negara, dan sebagainya. Padahal, tujuan investigasi itu sebenarnya adalah untuk mengintimidasi lawan-lawan politik.

Sementara, jika ditinjau lagi ke belakang, istilah “perburuan penyihir” mengacu pada sejarah kelam Eropa pada periode pertengahan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-18. Selama masa itu, ada puluhan ribu orang yang dieksekusi mati dengan cara dibakar karena dituduh mempraktikkan ilmu sihir.

Nachman Ben-Yehuda dalam artikel ilmiah berjudul The European Witch Craze of the 14th to 17th Centuries: A Sociologist's Perspective mengungkapkan jumlah korban yang lebih besar lagi. Menurut dia, dari dekade awal abad ke-14 hingga 1650, masyarakat Benua Eropa mengeksekusi antara 200.000 dan 500.000 penyihir.

Sebanyak 85 persen dari penyihir atau orang diduga penyihir yang dihukum pada waktu itu adalah perempuan. Catatan sejarah menunjukkan, proses eksekusi para penyihir itu tidak berlangsung begitu saja. Mereka lebih dulu dipersekusi dan dianiaya, sebelum akhirnya meregang nyawa di tiang gantungan atau di tengah kobaran api.

Sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump di Senat AS telah menunjukkan hasilnya, Sabtu (13/2/2021) waktu setempat atau Minggu (14/2/2021) WIB. Sebanyak 57 dari total 100 senator di lembaga parlemen itu mendukung pemakzulan, sedangkan 43 lainnya menolak.

Sementara, dibutuhkan suara minimal 67 senator atau 2/3 jumlah dari total anggota Senat AS untuk memakzulkan presiden.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal