Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia menilai Netanyahu seharusnya berterima kasih kepada AS atas berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
“Dia (Netanyahu) orang yang sangat sulit,” kata Trump.
“Jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena melakukan ini," ujarnya.
Kesepakatan damai yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Namun sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran, belum dimasukkan dalam MoU dan akan dibahas dalam perundingan lanjutan. AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi mengenai program rudal dan nuklir selama 60 hari setelah penandatanganan MoU.