TEHERAN, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim dirinya telah lama menjadi target pembunuhan Iran. Trump menegaskan Teheran telah mengincarnya selama bertahun-tahun seraya mengancam akan memberikan respons militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika upaya tersebut benar-benar dilakukan.
"Saya sudah lama masuk dalam daftar target mereka," kata Trump, dalam wawancara dengan The New York Post, belum lama ini.
Dia menyebut telah menginstruksikan militer AS untuk melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran apabila dirinya berhasil dibunuh.
Trump mengatakan Iran diduga ingin membalas dendam atas operasi militer AS yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani, pada 2020. Meski demikian, dia tidak menyertakan bukti yang mendukung klaim bahwa pemerintah Iran sedang merencanakan pembunuhan terhadap dirinya.
Dalam unggahan di akun media sosial Truth Social, Sabtu (11/7/2026), Trump memperingatkan AS telah menyiapkan kekuatan militer besar untuk menghadapi kemungkinan tersebut.