"AS akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang membantu dan bersekongkol dalam perilaku yang dikenai sanksi," kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.
Pengacara Bolsonaro menolak tuduhan tersebut dan menyebut kliennya tak pernah melanggar hukum sebagaimana dakwaan percobaan kudeta atas kekalahannya di Pilpres 2022. Pihaknya juga berencana mengajukan banding.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Reuters, Bolsonaro menyebut Moraes sebagai diktator dan menyebut penahanan itu sebagai tindakan pengecut.
Sementara itu, Trump terus mengecam Brasil. Trump menyebut kasus ini sebagai "perburuan penyihir". Jika tetap dilanjutkan, dia akan mengenakan tarif 50% atas barang-barang Brasil yang mulai berlaku pada hari Rabu.
Dalam surat terbuka untuk Bolsonaro yang diunggahnya bulan lalu, Trump menuding sistem hukum negara itu tidak adil dan meminta sidang Bolsonaro dihentikan.