Trump Menang, Puluhan Ribu Pejuang Hizbullah Siap Perang Darat Lawan Israel

Anton Suhartono
Naim Qassem menegaskan puluhan ribu pejuang Hizbullah siap perang melawan Israel di Lebanon selatan (Foto: ISNA)

Presiden selalu berasal dari Kristen Maronit, perdana menteri Muslim Sunni, dan juru bicara parlemen Muslim Syiah.

Sejak perang saudara Lebanon, yang berlangsung dari 1975 hingga 1990, Hizbullah telah mengonsolidasikan kendali atas komunitas Syiah dengan mencampurkan agama, identitas, dan perlawanan ke dalam gerakan politik yang telah beresonansi dengan banyak orang.

Israel dalam 2 bulan terakhi meningkatkan serangan terhadap Hizbullah dengan membom banyak kota di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa. Warga dari seluruh desa dan distrik terpaksa mengungsi akibat tembakan Israel, yang menghancurkan banyak runah warga sipil serta memicu ketakutan akan pengungsian permanen.

Ali Saleem, warga Kota Sour, yakin perang akan terus berlanjut di bawah Trump. Sekalipun ada peluang gencatan senjata, Trump akan mengajukan proposal  yang menguntungkan Israel.

"Trump akan mengajukan tawaran, dan ia akan berkata, 'Apakah Anda ingin mengakhiri perang atau tidak?'Jika kami mengatakan tidak, maka perang akan terus berlanjut," kata Selim (30), kepada Al Jazeera.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

6 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

17 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

19 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal