BEIJING, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin merebut kembali Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan. Lokasi pangkalan tersebut dinilai strategis untuk memantau China.
Tak heran jika China langsung merespons pernyataan Trump yang disampaikan dalam kunjungannya ke Inggris itu, Kamis (18/9/2025).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian mengatakan, China menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Afghanistan. Dia mendesak semua negara memainkan peran konstruktif dalam perdamaian dan stabilitas di kawasan, bukan justru membuat konflik.
"Masa depan dan nasib Afghanistan harus berada di tangan rakyat Afghanistan," ujar Lin, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/9/2025).
"Saya ingin menegaskan, memicu ketegangan dan menciptakan konfrontasi di kawasan tidak akan mendapatkan dukungan rakyat," ujarnya, menegaskan.