Trump Akui Warga AS Tersiksa dengan Perang Tarif: Harga Sepadan yang Harus Dibayar!

Anton Suhartono
Presiden AS Donald Trump mengakui keputusan tarif tinggi impor dari Kanada, Meksiko, dan China akan menyulitkan warganya karena harus membayar lebih mahal. (Foto: AP)

Dia lalu mengomentari pemberitaan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) yang mengecam tarif yang diusulkan Trump dengan membuat tulisan berjudul "Perang Dagang Terbodoh dalam Sejarah".

Trump membalas dengan menulis, "'Lobi Tarif', dipimpin oleh Wall Street Journal yang globalis dan selalu salah, berupaya keras untuk membenarkan penipuan Amerika yang telah berlangsung selama puluhan tahun, baik dalam hal perdagangan, kejahatan, dan obat-obatan beracun."

Trump kembali mengulangi pernyataan yang sejak lama disampaikan. Dia mengecam defisit perdagangan AS dengan negara-nagara lain sebagai bukti bahwa mereka memanfaatkan warganya.

"Hari-hari itu sudah berakhir," ujarnya.

Dalam posting-an terpisah, Trump kembali menyerukan agar Kanada menjadi negara bagian AS untuk menghindari tarif tinggi. Tentu saja, Kanada tak perlu membayar tarif itu jika menjadi negara bagian ke-51 AS.

Dia juga mengklaim bahwa AS telah membayar ratusan miliar dolar untuk menyubsidi Kanada. Tanpa subsidi tersebut, Kanada tidak akan bisa menjadi negara yang layak.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal