Sinyal peringatan badai diaktifkan di sebagian besar wilayah. Sinyal Level 5 yang merupakan peringatan tertinggi, diaktifkan di Luzon bagian tenggara, meliputi Pulau Catanduanes serta wilayah pesisir Camarines Norte dan Camarines Sur. Sementara kawasan Metro Manila dan sekitarnya berada di Level 3.
Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengimbau warga yang berada di jalur topan untuk mematuhi perintah evakuasi. Dia menegaskan, menolak perintah evakuasi merupakan keputusan yang berbahaya serta melanggar hukum.
“Kami meminta masyarakat untuk segera melakukan evakuasi preemptif, agar kami tidak perlu melakukan penyelamatan di menit-menit terakhir, yang bisa membahayakan nyawa polisi, tentara, petugas pemadam kebakaran, serta personel penjaga pantai,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (9/11/2025).
Fungwong merupakan badai ke-21 yang menerjang Filipina sepanjang 2025. Pihak berwenang berharap bisa menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak, setelah Kalmaegi yang menerjang selang beberapa hari sebelumnya.
Provinsi Aurora mencatat kematian pertama akibat Topan Fungwong. Tim penyelamat mengevakuasi seorang mayat perempuan berusia 64 tahun di Kota Catbalogan yang tertimpa pohon tumbang.
Satu korban tewas lainnya berada di Catanduanes, yakni tenggelam terbawa arus banjir.