Dengan menggunakan teleskop terbesar di dunia, mereka menemukan objek sangat berat dan tak terlihat, sekitar 4 juta kali lebih besar dari bobot Matahari, planet yang menarik bintang-bintang di sekitarnya.
Keduanya secara khusus mengembangkan metode untuk melihat melalui gas awan dan debu antarbintang ke pusat Bima Sakti, menciptakan teknik baru untuk mengimbangi distorsi gambar yang disebabkan oleh atmosfer Bumi. Pada April 2019, astronom mengungkap foto pertama black hole.
Genzel mengatakan, air matanya berlinang begitu mengetahui dirinya mendapatkan Nobel Fisika.
Berbicara dalam konferensi pers dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Garching, Jerman, Genzel mengatakan tidak berharap mendapatkan penghargaan sedini ini.
"Salah satu kualitas yang dibutuhkan seorang peneliti untuk memenangkan Hadiah Nobel adalah umur panjang," tuturnya, dikutip dari AFP, Rabu (7/10/2020).