Tiga Ilmuwan Boyong Hadiah Nobel Fisika 2020 terkait Pengungkapan Misteri Black Hole

Anton Suhartono
(Dari kiri ke kanan) Roger Penrose , Reinhard Genzel, dan Andrea Ghez, pemenang Hadiah Nobel Fisika 2020 (Foto: AFP)

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, yang memahkotai Hadiah Nobel di bidang fisika, kimia, dan ekonomi, menyatakan, partikel Penrose yang ditemukan pada 1965 dianggap sebagai sumbangan terpenting bagi teori relativitas umum sejak pasca-Einstein.

Pria yang merupakan salah satu penguji gelar PhD fisikiwan terkenal Stephen Hawking pada 1966 serta astronom kerajaan Inggris sekaligus mitra dari Trinity College Cambridge, Martin Rees, itu mengatakan keduanya telah melakukan lebih dari siapa pun sejak Einstein dalam memperdalam pengetahuan tentang gravitasi.

Tak heran dalam keterangan persnya kepada wartawan, Penrose mengatakan Hawking lebih pantas menerima Nobel meskipun mengetahui Komite Nobel lebih memberi perhatian kepada sains yang dapat dilihat, bukan sekadar teori.

Dengan rendah hari, Penrose mengatakan dia sama sekali tidak mengharapkan hadiah ini.

Sejak awal 1990-an atau puluhan tahun setelah Penrose mempublikasikan teorinya, Genzel dan Ghez memimpin penelitian yang berfokus pada wilayah yang disebut Sagitarius A di pusat Bima Sakti.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Matahari Tepat di Atas Ka'bah 27-28 Mei 2026, Waktunya Cek Arah Kiblat

57 tahun lalu

Matahari Tepat di Atas Kakbah Sore Ini, Ayo Cek Arah Kiblat!

57 tahun lalu

Matahari di Atas Kakbah 15-16 Juli 2025, Waktunya Cek Arah Kiblat

57 tahun lalu

Arab Saudi Masuki Musim Dingin, Suhu Ekstrem hingga -4 Derajat Celsius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal