Korban terbanyak berada di Desa Yin, di mana 14 pria disiksa dan dipukuli hingga tewas, Jasad mereka lalu dibuang di lubang di hutan.
Seorang saksi mata di Yin mengatakan, korban diikat dengan tali lalu dipukuli hingga tewas.
“Kita tidak bisa berdiri dengan tegak dan melihat kejadian itu, jadi kami hanya menundukkan kepala dan menangis,” kata seorang saksi perempuan yang kehilangan kakak, keponakan, dan saudara iparnya akibat pembunuhan massal tersebut.
“Kami memohon pada mereka untuk tidak melakukan itu, tapi mereka tidak peduli. Mereka bahkan bertanya kepada para perempuan, ‘Apakah salah satu dari mereka (korban) adalah suami kamu? Jika iya, lakukan ritual terakhirmu’,” katanya, melanjutkan.
Seorang laki-laki yang berhasil lolos dari siksaan tersebut mengatakan, tentara akan menyiksa korban dengan sadis selama beberapa jam sampai korban tewas.