Terungkap! NATO Ternyata Sudah Bersiap untuk Krisis Ukraina, Jauh Sebelum Agresi Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. (Foto: Retuers)

“Karena itulah alasan mengapa kami meningkatkan kehadiran kami di bagian timur aliansi ini, mengapa para sekutu NATO mulai berinvestasi lebih banyak di pertahanan, dan mengapa kami meningkatkan kesiapan,” ucapnya.

Pada 24 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, operasi militer khusus di Ukraina adalah tindakan yang terpaksa dilakukan negaranya. Sebab, NATO terus meningkatkan ancaman bagi keamanan nasional Rusia, sementara Moskow tidak diberi kesempatan untuk melakukan hal yang sebaliknya. 

Dia melihat risiko keamanan semacam itu sengaja diciptakan NATO, sehingga tidak mungkin untuk meresponsnya dengan cara lain.

Menurut Putin, Rusia telah berusaha selama 30 tahun untuk sejalan dengan NATO mengenai prinsip-prinsip keamanan di Eropa. Akan tetapi, sebagai balasannya, Rusia malah dicurangi dan dicurigai lewat sikap Barat yang merendahkan Moskow.

Protes Rusia pun tak pernah ditanggapi NATO. Sebaliknya, pakta pertahanan Atlantik Utara pimpinan Amerika Serikat itu selalu berupaya menekan, memeras, dan terus berkembang dan mendekati perbatasan Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

57 tahun lalu

Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal