"Ada perasaan yang jauh lebih dalam kali ini bahwa sumber daya akan menjadi penting dan itu bukan hanya tentang diplomasi, hanya tentang perkembangan militer. Ini mengenai serangkaian inisiatif lintas pemerintah yang jauh lebih dalam, menandakan tekad untuk memiliki keterlibatan lebih dalam di Indo-Pasifik," katanya, dikutip dari The Straits Times, Kamis (12/5/2022).
Dia menambahkan, banyak program AS terhadap Asia Tenggara yang telah pudar. Oleh karena itu AS berusaha memperkuatnya kembali, termasuk di bidang pendidikan, seperti pengajaran bahasa Inggris dan pelatihan kepemimpinan.
"Apa yang kami coba lakukan sebenarnya sesuai dengan kebutuhan ASEAN di mana kepentingan rakyatnya sesuai dengan (program) kami," katanya.
Dia juga mengutip isu-isu lain yang menjadi perhatian termasuk tanggap bencana, kesadaran masalah kelautan, investasi dalam energi hijau, dan kesehatan masyarakat.
Lepas dari itu, Campbell membantah kehadiran AS di ASEAN untuk bersaing dengan China. Biden, lanjut dia, tidak ingin membawa negara Asia Tenggara dan Asia ke dalam Perang Dingin baru.