Modi menjadi wajah utama kampanye partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), di Negara Bagian Bihar. Setiap pernyataan Trump, terutama mengenai Pakistan, bisa digunakan oleh musuh-musuh politik untuk melawan dan merusak peluang partainya memenangkan pemilu.
Hubungan antara India dan AS memburuk sejak konflik Pakistan. Ditambah lagi Trump memberlakukan tarif masik sebesar 50 persen terhadap produk India sejak Agustus lalu. Setengahnya diterapkan kemudian sebagai hukuman AS kepada India yang mengimpor minyak dari Rusia.
Sejauh ini belum ada komentar dari India terkait laporan Bloomberg mengenai ketidahkadiran Modi di KTT ASEAN.
Trump beberapa kali menegaskan dirinya memainkan peran penting dalam mengakhiri permusuhan antara Pakistan dan India. Dia menilai layak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya dalam menyelesaikan konflik dua negara bersenjata nuklir tersebut.
Pakistan bahkan menominasikan Trump mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada Juni lalu.
Trump, pada Selasa (28/10/2025) di Tokyo, kembali menyinggung perannya dalam gencatan senjata India-Pakistan. Saat itu dia mengatakan telah mencegah kemungkinan perang nuklir dengan menggunakan perjanjian perdagangan sebagai alat negosiasi.
“Saya mengatakan kepada Perdana Menteri Modi, dan saya menyampaikan kepada Perdana Menteri, pria yang sangat baik dan sangat baik, serta Marsekal Lapangan Pakistan, 'Camkan! kita tidak akan berdagang jika Anda berperang’,” kata Trump.