Tertinggi dalam Seperempat Abad, Pembunuhan Bersenjata di AS Tahun Pertama Covid-19 Melonjak 35 Persen

Umaya Khusniah
Pembunuhan menggunakan senjata di AS melonjak 35 persen selama tahun pertama pandemi COVID-19 atau 2020. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Peningkatan terbesar pada 2020 yakni yang melibatkan laki-laki muda kulit hitam.  Tingkat pembunuhan bersenjata pada laki-laki kulit hitam termuda antara 10-24 tahun yakni 21,6 kali lebih tinggi dari pada laki-laki kulit putih pada usia yang sama.

“Stres, kehilangan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, isolasi sosial, itu bisa menjadi faktor risiko kekerasan,” kata Houry.

CDC percaya banyak dari kematian tragis semacam ini tidak masuk akal dan dapat dicegah. Tapi kesadaran adalah kuncinya.

“Peningkatan drastis dan bersejarah dalam pembunuhan dan bunuh diri dengan senjata api yang terus-menerus tinggi menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan tindakan untuk mengurangi cidera dan kematian terkait senjata api,” kata Direktur CDC, Rochelle Walensky dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, dengan mengatasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pembunuhan dan bunuh diri serta pemberian dukungan kepada masyarakat, dapat membantu menghentikan kekerasan sekarang dan di masa depan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal