Dari empat korban yang dibidik pelaku, tiga di antaranya adalah jamaah di masjid yang sama. Ketiga orang itu dibunuh selama dua minggu terakhir.
Pembunuhan berantai yang diduga kuat memiliki motif kebencian rasial dan agama itu telah membuat takut umat Islam di Albuquerque. Keluarga-keluarga muslim bersembunyi di rumah mereka. Beberapa mahasiswa Pakistan di Universitas New Mexico pun terpaksa meninggalkan kota itu karena ketakutan.
Tiga korban terakhir sama-sama memiliki nama belakang “Hussain” atau “Hussein”. Fakta itu membuat keluarga korban percaya bahwa si pembunuh telah memprofilkan mangsanya secara rasial. Mereka yakin, pelaku mengidap Islamofobia.
Salah satu korban adalah Muhammad Afzaal Hussain, yang bekerja sebagai direktur perencanaan kota. Saudaranya Imtiaz Hussain mengatakan, berita penangkapan hari ini menumbuhkan kembali rasa percaya dan rasa aman bagi banyak orang di komunitas Muslim di sana.
“Anak-anak saya bertanya.... ‘Bisakah kita keluar dan bermain sekarang?’ dan saya menjawab, ‘Ya’,” katanya.