"Yang paling penting ketika kita berbicara tentang presiden dan jabatan publik lainnya adalah menegakkan kepentingan orang miskin," katanya.
Filipina pernah dua kali dipimpin presiden perempuan, yakni Corazon Aquino yang menjabat dari 1986 hingga 1992 serta Gloria Macapagal Arroyo, dari 2001 hingga 2010.
Duterte dikenal dengan karena komentarnya yang kontroversial, termasuk menyinggung perempuan. Namun kantor presiden biasanya berdalih bahwa pernyataan itu hanya lelucon. Pria 75 tahun itu memang tidak populer di kalangan pemilih perempuan di Filipina.
Sementara itu Sara Duterte Carpio atau Inday (42) menggantikan Duterte sebagai Wali Kota Davao. Berdasarkan hasil polling baru-baru ini, Sara lebih diunggulkan untuk bisa menang dalam pemilu 2022.
Dua perempuan lainnya, yakni Wakil Presiden Leni Robredo dan Senator Grace Poe, juga masuk dalam radar lembaga survei namun tak sekinclong Sara.