"Pemerintah melakukan kontak dengan perwakilan tingkat tinggi Irak untuk meyampaikan kekecewaan kami," kata Billstorm.
Sementara itu kantor Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani mengecam pembakaran kedubes Swedia. Serangan itu merupakan pelanggaran keamanan dan berjanji untuk melindungi misi diplomatik.
Meski demikian kantor PM juga memperingatkan, jika pembakaran Alquran di Swedia terulang lagi, pemerintahannya akan memutus hubungan diplomatik.
Serangan kedubes Swedia dilakukan para pendukung ulama Syiah, Muqtada Al Sadr, untuk memprotes rencana pembakaran Alquran kedua di Swedia dalam beberapa pekan.
Sadr mengatakan, pemerintah Irak seharusnya tidak sekadar mengecam, tapi harus berintak lebih tegas.