Penyidik sudah berusaha memasuki kediaman Yoon pada dini hari. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, petugas menerobos kerumunan pendukung yang berkumpul di luar vilanya.
Setelah blokade pendukung, di luar rumah tersebut dipasangi kawat berduri serta dijaga sekelompok kecil petugas keamanan serta bus.
Petugas CIO dan polisi sempat berusaha menangkap Yoon dalam penyerbuan pada 3 Januari, namun gagal setelah dicegah para pendukung dan paspampres. Setelah beberapa kali upaya gagal, CIO mengajukan perpanjangan surat perintah penangkapan terhadap Yoon.
Yoon mangkir tiga kali pemanggilan terkait penyelidikan seputar penerapan status darurat militer. Dia dituduh melakukan pemberontakan serta menyalahgunakan wewenang dengan menerapkan status yang hanya berlaku beberapa jam itu sebelum dibatalkan parlemen.
Dia dimakzulkan oleh parlemen pada akhir Desember 2024. Namun proses untuk menggulingkannya belum selesai karena harus mendapat persetujuan dari Mahkamah Konstitusi yang memiliki waktu paling lambat 180 hari, terhitung sejak pemakzulkan parlemen, untuk membuat keputusan.