Wakil perdana menteri dipercayakan kepada Abdul Ghani Baradar yang juga juru runding negosiasi damai dengan AS. Baradar merupakan salah satu pendiri Taliban yang dibebaskan oleh Pakistan atas tekanan AS untuk ambil bagian dalam negosiasi penarikan pasukan Barat dari Afghanistan.
Selanjutnya menteri dalam negeri dipercayakan kepada Sirajuddin Haqqani, anak dari pendiri Jaringan Haqqani yang masuk dalam daftar terorisme oleh AS. Bahkan Deplu AS menawarkan hadiah 10 juta dolar AS atau sekitar Rp142 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai Sirajuddin.
"Kami telah menegaskan harapan bahwa rakyat Afghanistan layak mendapatkan pemerintahan yang inklusif," kata juru bicara.
Sementara itu sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Doha, Qatar, mengatakan Taliban mau bekerja sama untuk membantu warga keluar dari Afghanistan. Meski demikian Taliban hanya memberi izin bagi mereka yan memiliki dokumen lengkap untuk pergi keluar negeri.