Taliban Umumkan Pemerintahan Afghanistan yang Baru, Begini Komentar Amerika

Anton Suhartono
Sirajuddin Haqqani, menteri dalam negeri Afghanistan yang baru (Foto: Tribune Pakistan)

DOHA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengomentari susunan pemerintahan sementara Afghanistan di bawah kendali Taliban. Beberapa di antaranya masuk dalam daftar penjahat oleh AS dan dijatuhi sanksi PBB.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintahnya prihatin dengan penunjukan orang-orang tersebut. Namun dia menegaskan akan terus memantau pemerintahan Afghanistan yang baru dan menilai berdasarkan tindakan, bukan janji-janji mereka.

"Kami mencatat daftar nama yang diumumkan secara eksklusif terdiri dari individu yang menjadi anggota Taliban atau rekan dekat mereka dan tidak ada perempuan. Kami juga prihatin dengan afiliasi dan rekam jejak beberapa individu. Kami paham Taliban menghadirkan ini sebagai kabinet sementara, tapi kami akan menilai tindakannya, bukan kata-kata," kata juru, dikutip dari AFP, Rabu (8/9/2021). 

Lebih lanjut dia mengingatkan Taliban soal jaminan keamanan terhadap sisa warga AS yang masih tertahan di Afghanistan serta penduduk lokal yang ingin keluar.

Taliban menunjuk Hasan Akhund sebagai perdana menteri yang baru. Dia masuk dalam daftar sanksi PBB saat Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
-0 menit lalu

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

30 menit lalu

Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!

2 jam lalu

Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel

3 jam lalu

Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal