Sementara Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto-Zardari mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan pascaserangan udara oleh AS dan diberi tahu bahwa wilayah udara Pakistan tidak digunakan dalam serangan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya akan memeriksa lagi menyusul protes dari Kabul kemarin
Kementerian Luar Negeri Pakistan juga merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka merasakan keprihatinan yang mendalam atas komentar Yaqoob.
“Dengan tidak adanya bukti, seperti yang diakui oleh menteri Afghanistan itu sendiri, tuduhan seperti itu sangat disesalkan dan bertentangan dengan norma perilaku diplomatik yang bertanggung jawab,” demikian bunyi pernyataan itu.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuding Taliban melanggar perjanjian 2020 tentang penarikan pasukan pimpinan AS dari Afghanistan, yakni dengan menampung dan melindungi Zawahiri.
Sementara Taliban mengatakan masih menyelidiki serangan udara oleh AS pada Juli lalu. Sampai hari ini, kelompok berkuasa Afghanistan itu memastikan belum menemukan mayat sang pemimpin al-Qaeda.
Afghanistan saat ini sedang mengalami krisis ekonomi akut. Negeri itu juga sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dengan tetangganya, Pakistan.