Taliban Ketuk Pintu Rumah Satu Per Satu, Minta Warga Kembali Bekerja

Antara
Pasukan Taliban berjaga di dalam Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

Selain mendorong orang untuk bekerja, beberapa orang mengatakan bahwa mereka juga merasa bahwa pemeriksaan oleh milisi Taliban tersebut dirancang untuk mengintimidasi dan menanamkan rasa takut pada kepemimpinan baru.

Juru bicara Taliban belum menanggapi permintaan wartawan untuk memberikan komentar soal kunjungan tersebut.

Banyak tempat usaha di Kabul tetap tutup dan sebagian besar wilayah kota telah ditinggalkan warga sejak Taliban merebut ibu kota Afghanistan itu pada Minggu (15/8/2021) lalu. Satu-satunya lalu lintas utama di kota yang padat adalah di bandara, tempat orang-orang mencoba melarikan diri dari Afghanistan dengan penerbangan evakuasi diplomatik, kata penduduk.

Pada konferensi pers Selasa (17/8/2021) lalu, Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, kelompoknya sedang mencari hubungan baik dengan negara-negara lain untuk memungkinkan kebangkitan ekonomi. “Dan kemakmuran untuk keluar dari krisis ini,” ujarnya.

Akan tetapi, beberapa orang meragukan komitmen Taliban itu. Pasalnya, selama berkuasa di Afghanistan dari 1996-2001, kelompok militan itu melarang kaum perempuan untuk bekerja dan anak perempuan untuk bersekolah. Taliban juga memberlakukan hukuman seperti rajam di depan umum.

Wasima mengatakan, dia khawatir peluang bagi perempuan akan berkurang di bawah Taliban, bahkan sekalipun mereka sekarang mendesaknya kembali bekerja. “Taliban mengatakan perempuan harus bekerja tetapi saya tahu pasti bahwa peluang akan berkurang,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih

57 tahun lalu

Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan

57 tahun lalu

Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka

57 tahun lalu

Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal