Takut Dijatuhkan Rusia, Drone Mata-Mata Globak Hawk AS Berhenti Terbang di Laut Hitam

Anton Suhartono
Drone mata-mata Global Hawk AS (Foto: Reuters)

Seorang sumber yang mengetahui aktivitas drone Global Hawk membenarkan soal batasan penerbangan tersebut. 

Menurut dia, setelah insiden MQ-9 Reaper yang jatuh di Laut Hitam, Global Hawks hanya melakukan dua kali penerbangan di wilayah serupa yakni pada periode 17 hingga 21 Maret.

Di keedua penerbangan itu Global Hawk terbang di atas jarak 140 km dari pantai selatan Krimea. 

"Rupanya, komando AS menganggap penerbangan lebih lanjut di daerah itu tidak praktis. Di satu sisi, jumlah informasi yang diterima drone pada jarak seperti itu berkurang tajam. Di sisi lain, setelah 14 Maret, pihak AS menghadapi potensi bahaya kehilangan peralatan (militer), dan harga Global Hawk beberapa kali lebih mahal daripada Reaper karena sarat dengan peralatan canggih," kata sumber tersebut, kepada Sputnik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan

Internasional
1 hari lalu

Salut! Cacat Tak Punya Kaki, Pria Ini Taklukkan Puncak Gunung Everest

Internasional
3 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
3 hari lalu

Rusia Yakin Perang AS-Iran Belum Berakhir: Ada Konflik Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal